Jin dapat mempengaruhi manusia ?
Wednesday, 9 July, 2008
Apakah Jin dapat mempengaruhi diri manusia dan bagaimana cara untuk menjaga diri mereka?
Tanya :
Apakah Jin dapat mempengaruhi diri manusia dan bagaimana cara untuk menjaga diri mereka?
Jawab :
Tidak dapat diragukan, jin bisa mempengaruhi manusia, dengan cara menggangu, dan bahkan bisa membunuh. Boleh jadi mereka menganggunya dengan cara melempar batu, menakut-nakuti manusia atau dengan berbagai hal seperti yang disebutkan dalam sunnah dan ditunjukkan oleh berbagai peristiwa. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu Alaihi wa Sallam mengijinkan untuk mengunjungi keluarganya dalam suatu perang, kalau tidak salah perang khandaq. Ada seorang pemuda yang belum lama menikah yang juga pulang menemui keluarganya. Sesampainya didepan rumah, isterinya sedang berada diambang pintu. Dia tidak berkenan dengan perbuatan isterinya itu. Lalu sang isteri berkata, “Masuklah!” Maka dia pun masuk. Ternyata diatas tempat tidurnya ada seekor ular. Karena dia masih membawa tombak, maka dia menusuk ular itu dengan tombaknya hingga mati. Tidak diketahui mana yang lebih dulu mati. Tatkala hal ini didengar Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, maka beliau melarang membunuh jin yang berada dirumah, kecuali ular yang jahat. Ini merupakan dalil bahwa jin bisa berbuat semena-mena terhadap manusia dan menggangunya. Banyak kejadian yang menunjukkan hal ini. Banyak cerita tentang orang yang pergi ke reruntuhan, lalu dia dilempar batu, tetapi tidak diketahui siapa yang melemparnya direruntuhan itu. Boleh jadi dia mendengar suara yang teramat pelan seperti suara pepohonan atau suara yang lain, sehingga membuatnya merasa ketakutan dan terganggu. Jin juga bisa masuk ketubuh manusia, entah karena iseng maupun sengaja untuk mengganggunya ataupun sebab-sebab tertentu. Hal ini telah diisyaratkan dalam firman Allah : ” Orang-orang yang makan (mengambil) riba, tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan lantaran (tekanan) penyakit gila.” (Al-Baqarah: 275) Dalam hal ini boleh jadi jin berbicara dari dalam diri manusia dan berbicara dengan orang yang sedang membaca Al-qur’an, atau dia membuat perjanjian tertentu dengannya agar tidak melakukan berbagai hal. Untuk melindungi dari kejahatan jin, seseorang bisa membaca apa yang telah disebutkan didalam sunnah, seperti ayat kursi. Jika ayat kursi ini dibaca seseorang pada malam hari, maka ia akan menjadi penjaga baginya dan tidak akan didekati syetan hingga pagi hari.
Berobat Ke Dukun ?
Wednesday, 9 July, 2008
Hukum Orang yang Pergi Kepada Dukun dan Peramal Untuk Memperoleh Kesembuhan
TANYA:
Bolehkan seseorang datang kepada dukun, peramal atau penyihir untuk berobat, apapun jenisnya?
JAWAB:
Pergi kepada dukun atau peramal tidak boleh dan, bila mempercayainya, lebih besar lagi dosanya, berdasarkan sabdanya SAW,
مَنْ أَتىَ عَرَّافاً فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً
“Barangsiapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari.” (HR. Muslim, no. 2230, kitab as-Salam; dan Ahmad, no. 22711).
Dalil lainnya, hadits shahih dari beliau saw dalam Muslim, dari hadits Mu’awiyah bin al-Hakam as-Sulami, yang melarang mendatangi para dukun.
Dalil lainnya, hadits yang diriwayatkan para penulis as-Sunan dan al-Hakim dari Nabi a bahwa beliau bersabda,
مَنْ أَتَى كَاهِناً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُوْلُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلىَ مُحَمَّدٍ
“Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. at-Tirmidzi, no. 135, kitab ath-Thaharah; Ibnu Majah, ni. 639, kitab ath-Thaharah; dan Ahmad dalam al-Musnad, no. 9252) Dan hadits-hadits lainnya dalam bab ini.
Shaf Paling Utama Bagi Wanita…
Wednesday, 9 July, 2008
Benarkah Shaf yang Paling Utama Bagi Wanita Dalam Shalat Adalah Shaf yang Paling Belakang
Tanya :
Syaikh Shalih Al-Fauzan ditanya: Kaum wanita di bulan Ramadhan berlomba-lomba untuk mendapatkan shaf paling belakang dalam shalat berjama’ah di Masjid, mereka enggan duduk di shaf pertama sehingga hal itu menyebabkan shaf-shaf pertama di tempat shalat kaum wanita menjadi kosong, dan sebaliknya shaf terakhir penuh membludak hingga menutup jalan bagi kaum wanita yang ingin menuju ke shaf depan, hal ini mereka lakukan berdasarkan Sunnah Rasul Shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang berarti: “Sebaik-baiknya shaf wanita (dalam shalat) adalah shaf paling belakang”, mohon penjelasan Anda tentang ini.
Jawab :
Mengenai hal ini detailnya sebagai berikut: Jika kaum wanita itu shalat dengan adanya tabir pembatas antara mereka dengan kaum pria, maka shaf yang terbaik adalah shaf yang terdepan karena hilangnya hal yang dikhawatirkan terjadi antara pria dan wanita. Dengan demikian sebaik-baik shaf wanita adalah shaf pertama sebagaimana shaf-shaf pada kaum pria, karena keberadaan tabir pembatas itu dapat menghilangkan kekhawatiran terjadinya fitnah. Hal ini berlaku jika ada tabir pembatas antara pria dan wanita. Dan bagi kaum wanita pun harus meluruskan, menertibkan dan mengisi shaf depan yang kosong, kemudian shaf berikutnya, sebagaimana ketetapan ini berlaku pada shaf kaum pria. Jadi, ketetapan-ketetapan ini berlaku bila ada tabir pembatas.